Maluku merupakan salah satu provinsi yang merupakan daerah penghasil
cengkih, hal ini disebabkan karena tanaman cengkih merupakan salah satu
tanaman asli Maluku yang dapat tumbuh dengan baik. Ketidakstabilan
produksi cengkih menjadi masalah yang dihadapi petani cengkih di Maluku.
Salah satu faktor penyebab ketidakstabilan produksi cengkih diakibatkan
karena adanya berbagai kendala baik dalam teknik budidaya maupun
serangan hama dan penyakit.
Hama yang menyerang tanaman cengkih salah satunya adalah penggerek
batang. Penggerek batang merupakan jenis hama yang umum ditemukan dan
paling merusak. Kerusakan tanaman cengkih yang disebabkan oleh penggerek
batang diperkirakan mencapai 10-25 persen dari produksi. Kerugian
tersebut akan meningkat apabila tidak dilakukan tindakan pengendalian.
PENYEBAB :
Penggerek Batang (Nothopeus sp)
Ada dua jenis Nothopeus yaitu N. hemipterus dan N. fasciatipennis. Nothepeus sp
menyerang tanaman cengkih yang berumur lebih dari 4 tahun dengan cara
membuat liang-liang gerekan pada pangkal batang dan hidup didalamnya. Nothopeus sp. termasuk dalam ordo Coleoptera dan famili Cerambycidae.
GEJALA :
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Nothopeus sp ditandai
adanya lubang-lubang bekas gerekan pada batang tanaman, dari lubang
gerekan keluar cairan kental bercampur kotoran hama. Jumlah lubang
gerekan dapat mencapai 20-70 lubang. Daun muda berubah kekuningan,
rontok dan akhirnya pucuk daun mati. Jika tidak dikendalikan hama ini
dapat menyebabkan kematian, karena asupan makanan terganggu
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :
A. Faktor lingkungan (suhu, kelembaban) : Pada suhu 26oC dan kelembaban relative 73-100 persen hama dapat berkembang biak dengan baik
B. Teknik budidaya yang diterapkan petani. :
- Jarak tanam tidak sesuai dengan jarak tanam optimal yang dianjurakan dimana rata- rata berkisar antara 5 x 5 m sampai 6 x 7 m sehingga memungkinkan hama dapat berpindah dengan cepat dari satu tanaman ke tanaman lainnya.
- Umur tanaman yang dirusak penggerek batang adalah tanaman yang sudah berumur tua.
- Pola tanam : Jika terdapat tanaman lain selain tanaman utama pada areal sekitar tanaman.
PENGENDALIAN
- Sanitasi kebun : Tumbuhan cengkih akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia, cengkih cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.
- Penggunaan varietas tahan
- Monitoring hama secara teratur
- Melakukan pengendalian secara:
- Mekanis: memusnahkan telur penggerek dengan mencari secara langsung atau menutup lubang gerekan dengan pasak kayu atau tanah liat.
- Kimiawi: menggunakan insektisida sintetik yaitu dioleskan pada batang, diinjeksikan ke batang, dan ditaburkan pada tanah insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali.
- Hayati/biologi dengan menyuntikkan suspensi jamur patogen serangga seperti Beauveria bassiana pada lubang gerekan dapat dapat digunakan untuk mengendalikan hama ini.
- Pestisida nabati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar