Selasa, 28 Januari 2020

Kelompok Tani di Desa Waemasing Panen Hasil Budidaya Bawang Merah

Kelompok Tani  di Desa Waemasing yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekolah Lapang (SL) Budidaya Bawang Merah melakukan panen bawang merah yang berlokasi di Desa Waemasing Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan, pada akhir pekan kemarin.
"Panen bawang merah Kelompok Tani (poktan) sebagai langkah untuk mengatasi inflasi atau melonjaknya harga bawang merah di Kabupaten Buru Selatan," kata Koordinator BPP Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan, Raya Tuatubun, Minggu (26/01/2020).

"Untuk panen yang dilakukan kelompok tani tersebut seluas satu hektare," ujar Raya Tuatubun.

Lebih lanjut ia juga berharap bahwa ilmu yang didapat petani dari Sekolah Lapang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya guna pengembangan pertanian kedepannya hasil panen tersebut tidak hanya menjadi bahan konsumsi masyarakat tetapi juga bisa menjadi bibit.
"Bisa untuk budidaya bawang merah di kemudian hari sehingga masyarakat dapat berswadaya dan mandiri dalam pembibitan," pungkasnya.
Penanggungjawab : Raya Tuatubun, S.P (Koordinator BPP Kecamatan Waesama)

Jumat, 03 Januari 2020

Corn Sheller Membantu Petani Jagung Desa Waefusi


Pada era modern saat ini petani tidak lagi terlihat sebagai individu dengan kemampuan bidang produksi yang terbatas. Mereka perlu diarahkan untuk berusaha bertani dan mengolah hasil pertanian yang efisien. Kontribusi para petani pada pembangunan pertanian cukup besar karena posisi petani merupakan pelaku utama sebagai pengelola sektor pertanian secara luas.

Peluang untuk meningkatkan produktivitas jagung melalui sentuhan teknologi cukup terbuka melalui pemanfaatan potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya mekanisasi pasca panen pada tanaman jagung.

Seperti yang dirasakan oleh salah seorang petani bernama Zainal Riangwulo, salah satu petani dalam Kelompok Aneka Tani Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Dengan adanya mesin corn sheller, dapat membantu beliau dalam pengolahan hasil pertanian/memipil jagung.



Dengan adanya mekanisasi alsintan, banyak keuntungan yang diperoleh petani jagung yaitu efisiensi waktu pemipilan dan efisiensi biaya.

Diposting oleh Norma Wael, S.P